Holistic Care Eksim Tanpa Steroid: Memahami Risiko TSW dan Harapan Baru Pemulihan
Eksim adalah peradangan kulit kronis yang menyebabkan kulit kering, memerah, gatal hebat, pecah-pecah, bahkan melepuh. Pada kondisi berat, cairan bening atau nanah dapat muncul akibat infeksi sekunder. Meski tidak menular, eksim sangat kambuhan dan dipicu oleh faktor genetik, alergen, stres, polusi, hingga paparan lingkungan. Karena sifatnya kronis, eksim memerlukan penanganan jangka panjang yang aman, bukan solusi instan.
Selama puluhan tahun, kortikosteroid topikal menjadi terapi cepat untuk meredakan gejala. Steroid bekerja menekan inflamasi dan menyempitkan pembuluh darah, sehingga kemerahan dan gatal mereda dalam hitungan hari. Namun, penggunaan berulang tanpa kendali kini dikaitkan dengan fenomena klinis yang semakin dikenal di dunia dermatologi: Topical Steroid Withdrawal (TSW).
Dalam artikel ilmiah Breaking the cycle: a comprehensive exploration of topical steroid addiction and withdrawal, TSW digambarkan sebagai reaksi rebound setelah penghentian steroid—ditandai vasodilatasi cepat, panas, kemerahan menyala, dan rasa terbakar. Kondisi ini muncul terutama setelah penggunaan steroid poten dalam jangka panjang, sering di area sensitif seperti wajah.
Gejala TSW: Lebih dari Sekadar Flare Eksim
Tidak adanya kriteria diagnostik baku membuat TSW sering disalahartikan sebagai flare eksim, reaksi alergi, atau infeksi. Padahal gejalanya khas:
- Kemerahan luas termasuk di area yang tak pernah terkena eksim,
- Sensasi terbakar dan nyeri,
- Gatal intens yang mengganggu tidur,
- Pengelupasan, kulit pecah, dan pembengkakan,
- Papul pustular,
- Hipersensitivitas terhadap pelembap.
Secara psikologis, banyak pasien mengalami insomnia—kelelahan—kecemasan—depresi, mencerminkan beban inflamasi yang kronis. Pemulihan dapat memakan waktu berbulan-bulan.
Risiko Steroid Jangka Panjang
Selain TSW, efek samping kulit yang paling sering muncul meliputi penipisan kulit, stretch marks, perubahan warna, dan kulit rapuh. Secara sistemik, penggunaan lama dapat menurunkan imun, meningkatkan risiko fatty liver, diabetes, dan osteoporosis.
Sorotan baru kini mengarah ke gut–skin axis. Steroid dapat mengganggu mikrobiota, melemahkan mukosa, dan meningkatkan leaky gut, yang pada akhirnya terkait autoimunitas, flare IBD, resistensi insulin, dan obesitas. Artinya, keputusan menggunakan steroid bukan sekadar isu kulit—tetapi menyangkut fisiologi tubuh menyeluruh.
Pendekatan Baru: 4 Pilar Pemulihan Holistik
Karena TSW adalah kondisi iatrogenik—disebabkan intervensi medis dan dapat dicegah melalui edukasi—muncul kebutuhan mengganti pola terapi instan menjadi pemulihan sistemik. Di Indonesia, pendekatan ini dipelopori oleh seorang apoteker, Apt. Dilah Rahmah Rububiyah, S.Farm, penyintas eksim dan ketergantungan steroid selama lebih dari 20 tahun.
- Berbasis pengalaman pasien dan farmakologi, ia merumuskan empat pilar pemulihan non-steroid:
- Regulasi Pola Makan untuk menekan inflamasi dan menstabilkan mikrobiota usus.
- Manajemen Luka & Skin Barrier guna mencegah infeksi sekunder dan mempercepat regenerasi.
- Suplemen & Herbal untuk modulasi imun dan pemulihan gut–skin.
- Manajemen Stres untuk menekan peran kortisol sebagai pemicu flare.
- Suplemen Wajib dalam Pemulihan
Dari sekian banyak intervensi nutrisi, komunitas pemulihan eksim mengidentifikasi empat suplemen wajib karena dampaknya pada imun, saraf, dan usus:
- Vitamin D3–K2 untuk regulasi imun dan defensin antimikroba.
- Zinc untuk regenerasi jaringan kulit dan dukungan antibakteri.
- Magnesium untuk kualitas tidur, relaksasi saraf, dan modulasi stres.
- Probiotik untuk menstabilkan mikrobioma usus;
Suplemen tambahan seperti Omega-3, Vitamin C, dan enzim pencernaan dapat mendukung hasil, tetapi tidak menggantikan empat komponen di atas.
Herbal untuk pemulihan:
- Brotowali — bersifat anti-inflamasi, mendukung modulasi imun, dan membantu detoksifikasi hati.
- Kunyit/Kurkumin — membantu regenerasi kulit, menekan inflamasi, dan mendukung keseimbangan gut–skin axis.
- Sambiloto — memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri, membantu meredakan peradangan kulit, serta mendukung fungsi hati. Selama pemulihan, pola makan anti-histamin dan bebas gluten, dairy, ultra-processed food, serta gula terbukti membantu stabilisasi gejala.
- Peran Komunitas dan Visi Indonesia Bebas TSW
Dari keempat pilar inilah lahir Sentuh, sebuah gerakan edukasi dan pendampingan pemulihan steroid-free dengan ribuan anggota yang berbagi pengalaman, progres, dan literasi kesehatan.
Testimoni komunitas menunjukkan TSW dapat pulih total jika steroid dihentikan permanen dan tubuh diberi dukungan skin barrier, usus, imun, serta mental.
"pencegahan adalah kunci"
ujar Apt. Dilah
Sehingga Apt Dillah menargetkan visi tegas: tahun 2030 Indonesia bebas TSW melalui edukasi dan komunitas Sentuh. Holistic care menandai pergeseran paradigma: bukan membungkam gejala, tetapi merekonstruksi daya pulih biologis melalui pemulihan usus, penguatan sawar kulit, dan stabilisasi stres. Pendekatan ini meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus mematahkan teori lama bahwa eksim harus diterima sebagai vonis seumur hidup. Dengan edukasi, pendampingan komunitas, dan strategi sistemik, pemulihan menjadi arah baru — bukan sekadar harapan.
Komentar (1)
Sangat bermanfaat informasinya 👌